26 Mar 2013

ORGAN TUBUH MENGADAKAN PERTEMUAN

Para organ tubuh mengadakan rapat untuk menentukan siapa-siapa saja yang pantas menerima imbalan. Masing-masing organ memberi argumentasi sebagai berikut :
Otak : Saya pantas diberi imbalan, karena saya yang mengendalikan semua fungsi organ tubuh.
Darah : Saya juga pantas diberi imbalan, karena saya yang mensuplai oksigen ke otak.
Perut : Saya juga, karena saya yang mencerna makanan untuk keperluan otak.
Kaki : Saya juga, karena saya melaksanakan kemauan otak kemana hendak pergi.
Mata : Saya seharusnya juga, karena saya mengijinkan otak untuk melihat apa yang sedang tejadi.
Anus : Saya juga berhak dapat imbalan, karena saya adalah pintu pembuangan sisa-sisa makanan.
Peserta rapat lainnya mentertawakan Anus dan meremehkannya. Untuk membuktikan kebenarannya, sang Anus dengan seketika menutup rapat-rapat lubangnya dan ngambek beberapa hari, sehingga kotoran-kotoran perut tidak bisa dibuang keluar tubuh. Apa yang terjadi?
Hari 1 : Otak menjadi pusing (sakit kepala) dan berteriak agar lubang anus segera dibuka.
Hari 2 : Perut menjadi kembung dan kesakitan.
Hari 3 : Kaki manjadi kejang dan goyah.
Hari 4 : Mata berair dan pandangan menjadi kabur.
Hari 5 : Darah keracunan dan meracuni seluruh tubuh.
Hari 6 : Akhirnya para organ yang kesakitan tersebut, mengakui pentingnya peranan Anus dan menyetujui memberi imbalan kepadanya !

Pelajaran yang bisa dipetik :
Jangan meremehkan peranan orang lain di dalam satu team, sekalipun peranan anda termasuk yang paling penting.

23 Des 2012

Nasihat Hasan Al Basri Kepada Gadis Kecil


Dengan rambut terurai, seorang gadis kecil menangis mengikuti iringan jenazah ayahnya yang diusung menuju tempat pemakaman sambil berkata : "Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?"

          Takdir telah menentukan bahwa gadis sekecil itu harus kehilangan sosok seorang figur ayah, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang ayah.

          Setelah prosesi pemakaman selesai, dan satu persatu orang-orang mulai meninggalkan pemakanan tersebut begitu pula dengan sang gadis kecil tersebut.

          Pada esok harinya, gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menagis kembali menuju makam sang ayah yang diikuti oleh Hasan Al Basri dari belakang. Setiba di pemakaman tersebut, gadis kecil tersebut memeluk makam ayahnya, kemudian pipinya diletakkan di atas gundukan tanah dengan air mata yang membasahi pipinya. Melihat gadis tersebut Hasan Al Basri tak kuasa meneteskan air mata dan menghampiri gadis kecil tersebut, dengan memberikan sebuah perkataan bijak kepada gadis kecil tersebut:

          "Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? dan kata orang Shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan dari manakah yang ayah kenakan sekarang?"

          "Ayah, kemarin aku telah meletakan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkan tubuhmu hari ini?"

          Gadis kecil tersebut terus saja mendengarkan ucapan yang dicontohkan oleh Hasan Al Basri tanpa henti.

          "Ayah, orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang cuma membisu. Yang kufikirkan, apakah ayah bisa menjawab ataukan hanya diam membisu?"

          "Ayah, katanya kuburan itu bisa dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luas ataukah bertambah sempit? Dan kuburan itu katanya merupakan secuil taman dari taman Syurga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang menjadi fikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman Syurga ataukah lubang neraka?"

          "Ayahku, katanya bahwa liang kubur bisa menghangatkan mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur".

          "Ayah, orang Shaleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amal kebaikan, justru menjadi pendurhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit malakukan amal kebaikan?"

          "ayah, dulu setiap aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawabku. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu".

         demikian beberapa nasihat Hasan Al Basri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya. dan gadis kecil tersebut hanya berkata: "sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali".

         kemudian Hasal Al Basri mengajak gadis kecil tersebut pulang, meninggalkan makam ayahnya.

18 Des 2012

My Love

Ya, Robbi,,

Jika cinta sedang menggoda hatiku

Bawalah cintaku pada seseorang

Yang bisa melabuhkan cintaku kepada-Mu

Agar aku tak berpaling dari cinta-Mu...


Ya, Rabbi...

Jika aku sedang mencintai seseorang

Arahkanlah cintaku

Agar tak melebihi cintaku kepada-Mu...


Ya, Rabbi...

Jika aku sedang merindukan seseorang

Jagalah rinduku

Agar tak melebihi rinduku kepada-Mu...


Ya, Robbi...

Jika lidahku sedang berucap "I love you"

Biarkanlah terucap pada seseorang

Yang selalu mencintai-Mu...


sebagaimana orang bijak berucap,

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa

Dicintai seseorang adalah sesuatu

Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti

Tapi dicintai sang Pencipta adalah Segalanya...

17 Des 2012

Kamar-Kamar di Surga

Rasulullah S.A.W pernah bersabda bahwa di dalam syurga itu terbagi dalam kamar-kamar. Dindingnya tembus pandang dengan hiasan di dalamnya yang sangat menyenangkan. Di dalamnya pula terdapat pemandangan yang tidak pernah dilihat di dunia dan terdapat satu hiburan yang tidak pernah dirasakan manusia di dunia. 

"Untuk siapa kamar-kamar disyurga itu wahai Rasulullah S.A.W?" tanya para sahabat.

"Untuk orang yang mengucapkan dan menyemarakkan salam, untuk mereka yang memberikan makan kepada yang memerlukan, dan untuk mereka yang membiasakan puasa serta solat di waktu malam saat manusia lelap dalam mimpinya."

"Siapa yang bertemu temannya lalu memberi salam, dengan begitu ia berarti telah menyemarakkan salam. Mereka yang memberi makan kepada ahli dan keluarganya sampai berkecukupan, dengan begitu berarti termasuk orang-orang yang membiasakan selalu berpuasa. Mereka yang solat Isya' dan Subuh secara berjamaah, dengan begitu berarti termasuk orang yang solat malam di saat orang-orang sedang tidur lelap." Begitu Nabi menjelaskan sabdanya kepada sahabatnya.  

HR Ath-Thabrani dan Syaikh Al-Albani berkata:Hadits Hasan Shahih

16 Des 2012

LIHAT..DENGAR..RASAKAN..


Setiap insan dimuka bumi ini...

ditakdirkan memiliki pasangan dalam hidupnya

itu semua tersirat dan tersurat dalam kalam yang mulia illahi robbi...

 

Wahai sang penduka...

usah tundukan wajahmu...

usah tangisi cintamu yang bagimu sejati...

usah kau patahkan asamu....

 

Hari-hari yang indah dalam hidupmu masih ada..

yang terbaik yang akan diciptakan untukmu...

Kembalikan senyummu yang hilang...

sulutkan asamu yang pernah padam...

 

Created By : Suryadi Pujangga Kampoenk-an Part II

 

15 Des 2012

Cerita Usang Rintik Hujan



..kenapa waktu tidak berhenti saja disitu

..agar aku tetap merasa begitu berarti bagimu..

saat kata "jangan kau tinggalkan aku "terucap

dari bibir mungilmu yg bersaing dengan dawai

sahdunya rintik hujan dan petir yg menggema...

pelukan sesaat yg penuh ke pura-puraan..

ataupun canda tawa serta omong kosong yg tersirat

yang tidak pernah kuperdulikan.. sebab saat itu yang tertuju adalah

indah sinar matamu dan bagaimana mencuri hatimu...

hari itu hanyalah..sebuah cerita usang rintik hujan....

yang terlalu manis untuk dilupakan juga terlalu pahit untuk di kenang....



Secercah surat untuk kekasih


Kepadamu Kukirimkan Salam Terindah
Salam sejahtera penghuni syurga
Salam yang harumnya melebihi kasturi
Sejuknya melebihi embun pagi
Salam sehangat mentari diwaktu dhuha
Salam suci sesuci air telaga kautsar yang jika diteguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya
Salam penghormatan, kasih sayang dan cinta
Yang tiada pernah pudar dan berubah

Wahai bintang kejoraku
Mega merah telah mengiringi langkah kita
Bersama bernaung dibawah awan biru yang indah
Menjalin cerita cinta sepanjang waktu

Hingga tiba saat-saat inilah yang tidak dapat aku pungkiri
Menjadi resah dan gelisah dalam jiwa
Walau jarak dan waktu yang memisahkan kita
walau hati tak dapat terima adanya perpisahan
tetapi harus kurelakan dirimu tuk meninggalkanku
walau hanya sementara

kulihat dirimu
lambaikan tangan kearahku
kau pergi jauh tinggalkan maaf yang tak terucap
menyisakan cinta dan kasih sayangmu padaku
diri ini akan selalu rindu untuk melihat pancaran sinarmu lagi

akan aku lantuntan do’a disetiap sujudku hanya untuk dirimu
akan aku jadikan engkau sebagai sebagai bunga dalam mimpi tidurku
dan akan kujadikan engkau sebagai penentram dalam kehampaan kalbuku

kuberharap karangan cinta kita
akan selalu kau ingat disetiap langkahmu
perjalanan kita bersama
akan selalu bermanfaat bagimu dan cinta kasihku
dan akan aku jadikan kau semangat agar engkau lebih maju