14 Des 2012

Buah Hati Ibarat Kupu-Kupu



Bagi pasangan yang telah menikah kehadiran buah hati pastinya sangat di nantikan. Begitu sikecil terlahir kedunia, setiap orang tua dan keluarga akan berdoa memohon agar sikecil kelak menjadi anak yang cerdas,selalu sehat dan menjadi orang sukses yang bermanfaat. Orang tua akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak pandang nominal, asal itu membuat anaknya bahagia dan tumbuh dengan baik pasti akan dituruti. 

Saat masih bayi sikecil belum “banyak tingkah” dia masih menjadi anak penurut. Tapi begitu ia mulai masuk usia 2 tahun ke atas, sikecil mulai merasa ia bisa melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, dia mulai bisa berargumen, mulai punya sikap dan prinsipnya sendiri. Kondisi seperti itu kadang bagi sebagian orang tua dianggap cukup melelahkan skaligus menjengkelkan sebab si anak sudah tak mau lagi selalu menuruti ajakan atau perintahnya.

Pada situasi begini, ketika seorang ibu atau bapak sudah lelah dengan pekerjaan rumah dan kantor kadangkala tak sadar mengomel,membentak,mengeluhkan anak yang terlalu hiperaktif dsb.

Padahal pada saat inilah proses mewujudkan harapan pada sikecil tengah berlangsung. Semakin sering seorang anak dibentak atau dinilai salah bersikap akan membuatnya kelak menjadi anak yang kurang percaya diri. Jika sering dihujani kata-kata dan sikap kasar maka anak pun bs menjadi liar. Hal-hal inilah yang nampaknya sering terabaikan karena banyak faktor penyebabnya termasuk kelelahan dan kekurang sabaran orang tua mewujudkan harapan yang terus dimohonkan sejak kelahiran sikecil.

Atas kondisi seperti ini, saya selalu membaca ulang dan berulang sebuah kisah sederhana yang disampaikan psikolog anak Ayah Edi. Berikut kisahnya,


KUPU-KUPU FITRI YANG CANTIK MENAWAN

Pada suatu hari ada seorang ibu yang membeli beberapa pohon bunga yang ada di pot. Bunga itu diletakkan di halaman rumah untuk menambah ke asrian dan keindahan rumahnya. Sambil berkata kecil dalam hati, ibu ini berdoa pada Tuhan, Ya Tuhan…Melalui bunga-bunga ini semoga nanti akan banyak berdatangan kupu-kupu indah kerumahku…

Lalu si ibu ini kembali lagi pada kesibukannya sehari-harinya, setelah seminggu berselang ia menunggu dan menunggu, mengapa tidak juga ada kupu-kupu yang ia lihat dihalaman rumahnya tersebut. Hingga suatu hari betapa kagetnya si Ibu mendapati bahwa bukannya kupu-kupu yang datang tapi malah Ulat bulu yang merambat pada pohon-pohon yang dibelinya itu.

Bukan main marahnya….dan saking kesalnya si ibu ini dengan keras berkata….bagaimana sich Tuhan ini… lah wong yang saya minta adalah kupu-kupu yang cantik, eh yang datang malah ulat-ulat jelek seperti ini. Sambil terus mengumpat, pot-pot bunga yang penuh dengan ulat bulu itu akhirnya dipindahkan dari taman ke tempat tersembunyi di dalam gudang. Sebulan sudah berselang, dan ibu tersebut telah melupkan kejadian pohon-pohon di pot yang dipenuhi ulat bulu tersebut.

Dan tepat di hari yang ke 30 sejak kejadian tersebut, si ibu rupanya sedang mencari peralatan tamannya yang rupanya lupa ia taruh di gudang. Dan ketika ia membuka pintu gudang, betapa kagetnya, ia melihat begitu banyak kupu-kupu yang berwarna-warni dan sangat indah memenuhi gudang tersebut. Kupu-kupu itu satu demi satu mulai berterbangan keluar pada saat pintu gudang dibuka…untuk mencari bunga-bungaan disekitarnya.

Terang saja kejadian yang luar biasa ini telah membuat si ibu tadi menjadi diam tertegun, ia tidak bisa berkata-kata lagi, melainkan hanya memandangi satu persatu kupu-kupu yang keluar dari gudang menuju tamannya. Dan tanpa sadar kakinya bergerak melangkah mengikuti arah kupu-kupu tadi terbang.

Alangkah Indahnya tamanku saat ini…..si ibu berujar dalam hati…., Ya Tuhan…..ternyata ulat bulu yang dulu jelek itu kini telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan. Seandainya saja dulu aku tahu…….katanya dalam hati…mungkin aku tidak akan pernah mengeluh dan merasa terusik dengan keberadaan mereka.

Wahai…para orang tua yang berbahagia dimanapun anda berada…, begitulah kita para orang tua dan guru pada umumnya, sering kali melihat dan menilai anak-anak kita bak ulat bulu, yang mengganggu dan membuat kita gatal untuk selalu mengeluh, marah dan berusaha menyingkirkan mereka.

Anak kita tidak ubahnya seperti ulat bulu yang sering kali dinilai berdasarkan sisi negatifnya saja, padahal dibalik itu semua ada sebuah proses metamorfosa yang tersembunyi…… ya sisi indah yang kelak akan dimunculkan-nya saat mereka dewasa.

Saya sering mendengar banyak orang tua dan guru yang mengeluhkan anaknya yang hiper aktif dan tidak mau diam atau tidak bisa tenang…., Padahal sesungguhnya kelak anak-anak ini akan menjadi orang yang sangat dinamis… kelak anak-anak ini akan mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan, atau malah memimpin lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.

Ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya keras kepala dan susah sekali di atur…..padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi Pimpinan-pimpinan oraganisasi/perusahaan yang sangat berhasil dangan peningkatan karir yang sangat cepat.

Atau ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih suka menyendiri melakukan seuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali. Padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi anak yang sangat unggul dibidang Sains Teknologi atau bisa juga menjadi Seniman-seniman kelas dunia, mereka adalah anak-anak yang peka dan penuh cinta kasih terutama pada orang tuanya…

Lain lagi misalnya ada orang tua yang mengeluhkan anaknya terlau cerewet dan tidak tahu malu….bahkan cenderung malu-maluin katanya. Padahal sesunguhnya kelak anak-anak ini akan menjadi orang-orang yang terkenal karena kemampuan tampilnya di depan umum dan keberaniannya untuk berekpresi.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada….Begitulah sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa anak-anak yang dulu pada saat masa kecilnya dianggap sebagai anak yang aneh dan menyebalkan seperti Ulat Bulu…namun nyatanya setelah mereka dewasa justru menjadi orang-orang yang sangat sukses dan terkenal di kehidupan.

Tapi bagaimana mungkin Sang Ulat Bulu akan bisa menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, jika kita semua selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, menjijikkan dan harus segera disingkirkan dari pandangan kita.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada….Sesungguhnya..begitu banyak anak-anak Indonesia yang mengalami nasib mirip seperti ulat bulu tadi….dan karena mereka selalu di anggap sebagai anak bermasalah maka mereka tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang indah….yah…begitu malangnya mereka…..sampai akhirnyanya mereka harus tetap menjadi ulat bulu disepanjang hidupnya. ya….Ulat bulu yang benar-benar mengganggu kehidupan kita semua….

Kami yakin…..jika kita semua segera tersadarkan dan mau berubah.. InsyaAllah kita akan banyak memiliki kupu-kupu indah yang berterbangan menghiasi seluruh bumi nusantara tercinta ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak dikomentar setelah membaca, jangan menjadi pembaca misterius kawan :) terimakasih telah berkunjung....