14 Des 2012
Buah Hati Ibarat Kupu-Kupu
Pada situasi
begini, ketika seorang ibu atau bapak sudah lelah dengan pekerjaan rumah dan
kantor kadangkala tak sadar mengomel,membentak,mengeluhkan anak yang terlalu
hiperaktif dsb.
Padahal pada saat
inilah proses mewujudkan harapan pada sikecil tengah berlangsung. Semakin
sering seorang anak dibentak atau dinilai salah bersikap akan membuatnya kelak
menjadi anak yang kurang percaya diri. Jika sering dihujani kata-kata dan sikap
kasar maka anak pun bs menjadi liar. Hal-hal inilah yang nampaknya sering
terabaikan karena banyak faktor penyebabnya termasuk kelelahan dan kekurang
sabaran orang tua mewujudkan harapan yang terus dimohonkan sejak kelahiran sikecil.
Atas kondisi seperti ini, saya selalu membaca ulang dan berulang sebuah kisah sederhana yang disampaikan psikolog anak Ayah Edi. Berikut kisahnya,
Pada suatu hari ada
seorang ibu yang membeli beberapa pohon bunga yang ada di pot. Bunga itu
diletakkan di halaman rumah untuk menambah ke asrian dan keindahan rumahnya.
Sambil berkata kecil dalam hati, ibu ini berdoa pada Tuhan, Ya Tuhan…Melalui
bunga-bunga ini semoga nanti akan banyak berdatangan kupu-kupu indah kerumahku…
Lalu si ibu ini
kembali lagi pada kesibukannya sehari-harinya, setelah seminggu berselang ia
menunggu dan menunggu, mengapa tidak juga ada kupu-kupu yang ia lihat dihalaman
rumahnya tersebut. Hingga suatu hari betapa kagetnya si Ibu mendapati bahwa
bukannya kupu-kupu yang datang tapi malah Ulat bulu yang merambat pada
pohon-pohon yang dibelinya itu.
Bukan main
marahnya….dan saking kesalnya si ibu ini dengan keras berkata….bagaimana sich
Tuhan ini… lah wong yang saya minta adalah kupu-kupu yang cantik, eh yang
datang malah ulat-ulat jelek seperti ini. Sambil terus mengumpat, pot-pot bunga
yang penuh dengan ulat bulu itu akhirnya dipindahkan dari taman ke tempat
tersembunyi di dalam gudang. Sebulan sudah
berselang, dan ibu tersebut telah melupkan kejadian pohon-pohon di pot yang
dipenuhi ulat bulu tersebut.
Dan tepat di hari
yang ke 30 sejak kejadian tersebut, si ibu rupanya sedang mencari peralatan
tamannya yang rupanya lupa ia taruh di gudang. Dan ketika ia membuka pintu
gudang, betapa kagetnya, ia melihat begitu banyak kupu-kupu yang berwarna-warni
dan sangat indah memenuhi gudang tersebut. Kupu-kupu itu satu demi satu mulai
berterbangan keluar pada saat pintu gudang dibuka…untuk mencari bunga-bungaan
disekitarnya.
Terang saja
kejadian yang luar biasa ini telah membuat si ibu tadi menjadi diam tertegun,
ia tidak bisa berkata-kata lagi, melainkan hanya memandangi satu persatu
kupu-kupu yang keluar dari gudang menuju tamannya. Dan tanpa sadar kakinya
bergerak melangkah mengikuti arah kupu-kupu tadi terbang.
Alangkah Indahnya
tamanku saat ini…..si ibu berujar dalam hati…., Ya Tuhan…..ternyata ulat bulu
yang dulu jelek itu kini telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang begitu
cantik dan menawan. Seandainya saja dulu aku tahu…….katanya dalam hati…mungkin
aku tidak akan pernah mengeluh dan merasa terusik dengan keberadaan mereka.
Wahai…para orang
tua yang berbahagia dimanapun anda berada…, begitulah kita para orang tua dan
guru pada umumnya, sering kali melihat dan menilai anak-anak kita bak ulat
bulu, yang mengganggu dan membuat kita gatal untuk selalu mengeluh, marah dan
berusaha menyingkirkan mereka.
Anak kita tidak
ubahnya seperti ulat bulu yang sering kali dinilai berdasarkan sisi negatifnya
saja, padahal dibalik itu semua ada sebuah proses metamorfosa yang tersembunyi……
ya sisi indah yang kelak akan dimunculkan-nya saat mereka dewasa.
Saya sering
mendengar banyak orang tua dan guru yang mengeluhkan anaknya yang hiper aktif
dan tidak mau diam atau tidak bisa tenang…., Padahal sesungguhnya kelak
anak-anak ini akan menjadi orang yang sangat dinamis… kelak anak-anak ini akan
mampu mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan, atau malah memimpin
lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.
Ada juga orang tua
yang mengeluhkan anaknya yang katanya keras kepala dan susah sekali di
atur…..padahal sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi
Pimpinan-pimpinan oraganisasi/perusahaan yang sangat berhasil dangan
peningkatan karir yang sangat cepat.
Atau ada juga orang
tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih
suka menyendiri melakukan seuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali. Padahal
sesungguhnya kelak anak-anak semacam ini akan menjadi anak yang sangat unggul
dibidang Sains Teknologi atau bisa juga menjadi Seniman-seniman kelas dunia,
mereka adalah anak-anak yang peka dan penuh cinta kasih terutama pada orang
tuanya…
Lain lagi misalnya
ada orang tua yang mengeluhkan anaknya terlau cerewet dan tidak tahu
malu….bahkan cenderung malu-maluin katanya. Padahal sesunguhnya kelak anak-anak
ini akan menjadi orang-orang yang terkenal karena kemampuan tampilnya di depan
umum dan keberaniannya untuk berekpresi.
Para orang tua dan
guru yang saya cintai dimanapun anda berada….Begitulah sejarah telah
membuktikan berkali-kali bahwa anak-anak yang dulu pada saat masa kecilnya
dianggap sebagai anak yang aneh dan menyebalkan seperti Ulat Bulu…namun
nyatanya setelah mereka dewasa justru menjadi orang-orang yang sangat sukses
dan terkenal di kehidupan.
Tapi bagaimana
mungkin Sang Ulat Bulu akan bisa menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, jika
kita semua selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, menjijikkan dan
harus segera disingkirkan dari pandangan kita.
Para orang tua dan
guru yang saya cintai dimanapun anda berada….Sesungguhnya..begitu banyak
anak-anak Indonesia yang mengalami nasib mirip seperti ulat bulu tadi….dan
karena mereka selalu di anggap sebagai anak bermasalah maka mereka tidak pernah
memiliki kesempatan untuk bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu yang indah….yah…begitu
malangnya mereka…..sampai akhirnyanya mereka harus tetap menjadi ulat bulu
disepanjang hidupnya. ya….Ulat bulu yang benar-benar mengganggu kehidupan kita
semua….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak dikomentar setelah membaca, jangan menjadi pembaca misterius kawan :) terimakasih telah berkunjung....